Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami (031) 8299094

UJIAN TERBUKA AL-QUR’AN DISAKSIKAN RATUSAN PARTISIPAN

UJIAN TERBUKA AL-QUR’AN DISAKSIKAN RATUSAN PARTISIPAN

Pada hari Sabtu (26/02) SD Al Hikmah Full Day School Surabaya menggelar acara yang dinanti keberlangsungannya, yaitu Khatmul Qur’an. Acara tersebut diadakan secara virtual dengan partisipan utama murid-murid kelas VI dan juga diikuti 25% murid kelas VI secara langsung. Meski demikian, semua berlangsung tanpa mengurangi kekhidmatan acara tersebut.
 
Acara diawali tepat pukul 08.00 WIB. Susunan acara diawali pembukaan. Berikutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Prosesi Khatmil Qur’an, Imtihan (Tanya jawab), pemberian penghargaan, sambutan-sambutan, dan ditutup dengan doa.
Dalam Imtihan (sesi ujian terbuka). Para wali murid juga diberikan gambaran sekilas materi-materi tartil dan tahfiz oleh Ustaz Muhammad Rofiq, selaku koordinator guru-guru Al-Qur’an. Setelah itu, penguji ahli dihadirkan untuk menguji murid-murid kelas VI. Itulah menit-menit teristimewa, bagaimana seorang murid SD harus menjawab soal-soal secara sepontan di hadapan ratusan partisipan yang hadir dalam zoom meeting, juga yang hadir secara langsung.
 
Soal-soal yang diajukan penguji ahli dan wali murid sangat beragam. Ada gharaibul Qur’an, tajwid, tartil, tahfiz, juga fashohahSambutan

dalam sesi ini luar biasa. Ada yang bisa langsung bertanya melalui zoom meeting, sebagaimana yang dilakukan penanya pertama, Ketua Komite, yaitu dr.Donny Irawan, Sp.P. pada peserta Khatmul Qur’an nomor 23. Ada pula yang me-WA gurunya agar putrinya diuji. Namun, waktu tak memungkinkan untuk “menuntaskan” semua permintaan dalam sesi tersebut. Bisa dipahami, partisipan yang hadir banyak dan mungkin banyak yang berharap putra/ putrinya berkesempatan diuji saat itu, di saat momen langka yang benar-benar menguji nyali dan kompetensi yang diperjuangkan begitu lama.

 
Di sekolah yang pernah menjuarai sekolah berkarakter secara nasional tersebut, Al-Qur’an menjadi kurikulum utama dan pertama. Porsi pembelajaran Al-Qur’an lebih banyak dibanding lainnya. Murid-muridnya tak sekadar dibimbing membaca Al-Qur’an secara lancar, tetapi sampai pada tahap fasih.
 
Sebelum mengikuti Khatmul Qur’an, mereka sudah melewati berbagai tahapan pembelajaran dan berbagai jenis ujian. Ada ujian tartil. Saat ujian tartil, mereka harus benar-benar menguasai dan menerapkan ilmu tajwid, gharaibul Qur’an, dan fashohah. Jika mereka sudah lulus dalam ujian-ujian tersebut, mereka baru bisa masuk pada tahap tahfidz. Begitu panjang perjalanan mereka. Namun, Itulah yang harus dilalui agar bacaan bisa mencapai benar. Setelah itu, mereka baru bisa masuk tahap tahfiz.
 
Kefashihan bertilawah di jenjang SD menjadi prioritas. Kualitas bacaan sangatlah penting sebelum peningkatan kuantitas. Namun, dalam kenyaatan banyak juga yang bisa berimbang keduanya. Jika sejak kecil mampu tilawah secara fasih, insyaallah berikutnya tidak kesulitan dalam melancarkan dan menambah hafalan, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. NS