Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami (031) 8299094

Proses Pembentukan Keyakinan Kelas Mewujudkan Budaya Positif

Proses Pembentukan Keyakinan Kelas Mewujudkan Budaya Positif

Alhamdulillah, rasa syukur tak henti-henti terpancar dari hati kami, para guru. Sekolah tatap muka kembali bergulir setelah dua tahun terakhir diterjang pandemik. Sebagai guru tentu saja sangat berbinar menyambut kedatangan bunga-bunga penerus generasi bangsa ini. Karena dengan tatap muka, ada kedekatan secara emosional antara guru dan murid.

Awal tahun ajaran baru ini sangat tepat untuk menciptakan keyakinan kelas guna mengembangkan Budaya positif. Keyakinan kelas ini cikal bakal terbentuknya kedisiplinan di sekolah. Untuk itu semua warga sekolah wajib paham serta mampu mewujudkan.

Upaya pembentukan karakter pada murid menjadi tanggung jawab guru dan orang tua di rumah. Tugas guru adalah mendidik dan mengajar. Dalam implementasinya di sekolah bukan hanya mengajarkan materi kognitif saja namun perlunya penanaman karakter pada murid yang dikemas dalam suatu budaya positif di sekolah. Upaya pembentukan budaya positif dengan cara membiasakan murid disiplin di mulai dari kelas.

Menumbuhkan disiplin pada murid yaitu dengan pendampingan dan penjelasan mengenai budaya positif dan penanaman karakter murid melalui pembiasaan dan memfasilitasi murid dalam upaya menumbuhkan disiplin seperti banner pengingat, penyediaan fasilitas kebersihan dan rasa aman. Sebagai pendidik yang ingin dicapai dari sikap menumbuhkan disiplin kepada murid adalah murid melakukan kedisiplinan atas dasar pemahaman dan kesadaran diri sehingga menjadi suatu pembiasaan yang dilakukan dan akan melekat menjadi suatu karakter yang baik dan bermanfaat bagi kehidupannya baik lahir maupun batin.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun kesepakatan kelas:

1. Tanyakan pendapat murid tentang masalah dan harapan kelas. Mintalah pendapat murid, artinya siswa disilahkan menyampaikan berbagai masalah yang dihadapi saat ia berada di kelas dan harapan kelas yang bisa membuat ia nyaman. Hal ini bisa dilakukan secara individu, secara berkelompok, atau dari survey kelas. Misal, seperti apa kelas impianmu? Ceritakan kelas impianmu! Bagaimana kondisi kelasmu, teman-temanmu, dan guru-guru impianmu?

2. Eksplorasi ide dari murid untuk mencapai kelas impian. Berrtanyalah harapan tentang

kelas, apa yang murid harapkan tentang kondisi kelas, tentang gurunya dan teman-teman di kelas. Kemudian tulis hasil tersebut di papan atau dalam poster. Hal ini memberi kesempatan murid dllibatkan dalam mengatur kelas. Cara ini menjadi lebih efektif dibandingkan hanya memberitahukan hal apa saja yang dilarang dilakukan. Contoh : menurut kalian, apa yang harus kiat semua lakukan untuk mencapai kelas impian kita?

3. Ambil kesimpulan dari ide murid. Artinya, lakukan diskusi untuk mendapatkan umpan balik dari murid. Perjelas tentang keyakinan kelas. Penting jika ada kesepakatan kelas berisi aturan yang murid percaya dan bisa dilakukan, baik sebagai individu maupun kelompok. Pastikan bahwa semua  daftar memang diperlukan dalam semua proses belajar mengajar. Jika ada yang terlewati, pandu murid menambahkan tujuan lain yang terlupakan atau  menghapus tujuan yang tidak utama.

4. Ubah ide menjadi keyakinan kelas. Artinya, Buatlah Poster atau tabel yang menampilkan keyakinan kelas yang disetujui di akhir. Keyakinan kelas di buat dapat berupa panduan tingkah laku berupa kata yang positif. Misalnya; “jangan berlari” berubah menjadi “Berjalan hati-hati”. Hindari   kata “Jangan”  dan “Dilarang” Buatlah penekanan pada kata positif tersebut.

 

5. Tandatangani kontrak keyakinan kelas. Untuk  menciptakan rasa memiliki, beri waktu bagi semua siswa untuk menandatangani atau memberi nama atau tanda pada poster kontrak atau kesepakatan kelas. Guru juga perlu memberi tanda tangan. Letakkan poster terlihat oleh semua murid dan guru. Dengan memberikan cap tangan sebagai tanda untuk membuat kesepakatan kelas.

6. Lihat bersama poster kontrak keyakinan/kesepakatan kelas. Artinya, lakukan refleksi secara rutin terkait kontrak kesepakatan kelas yang sudah disusun. Tanyakan siswa terkait perkembangan aturan  dan tentukan adakah yang perlu diubah atau diperbaiki.

7. Selalu ingatkan jika murid mulai mengabaikan kesepakatan

8. Refleksikan bersama dalam kurun waktu tertentu.

Demikianlah proses pembentukan karakter disiplin mulai dari keyakinan kelas. Semoga bermanfaat.