Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami (031) 8299094

MIMPI BARU DI TUGU PAHLAWAN

05 February 2016 07:11:31, by Administrator

Tanggal 10 November 1945 adalah tanggal yang sangat bersejarah di Indonesia.Pada waktu itu terjadi pertempuran antara  arek-arek Surabaya dengan pasukan Belanda. Kemudian tanggal 10 November ini di peringati sebagai Hari pahlwan nasional di Indonesia. Kemerdekaan Indonesia tidak didapatkan dengan mudah. Setelah kekalahan pihak Jepang, rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Tentara Inggris datang ke Indonesia tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) atas keputusan dan atas nama Blok Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris untuk tujuan tersebut. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan pemerintahan NICA.

            Sejarah mempertahankan kemerdekaan Indonesia ini perlu ditanamkan kepada generasi-generasi penerus bangsa. Pertempuran di Surabaya yang dipimpin oleh seorang pemuda yang bernama Bung Tomo dan beberapa Kiyai seperti KH. Hasyim Asy'ari perlu disalurkan semangat perjuangannya terhadap generasi-generasi penerus bangsa ini. Maka dari itu pada kurikulum 2013 ada salah satu tema yang berjudul “PAHLAWANKU”. Tema ini salah satunya bertujuan untuk menanamkan semangat perjuangan para pahlawan Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia kepada para generasi-generasi penerus bangsa.

            Tema 5 pada kelas IV SD yang berjudul Pahlwanku ini tidak cukup apabila kita sebagai seorang pendidik hanya berceramah atau bercerita tentang perjuangan seorang pahlawan di depan siswa-siswi kita sebagai generasi-generasi penerus bangsa. Namun seorang pendidik perlu mengajak siswa-siswinya untuk bisa belajar dari benda-benda kongkrit berupa peninggalan-penginggalan sejarah. Oleh karena itu SD Al hikmah Surabaya pada tanggal 28 Januari 2016 mengajak siswa-siswinya untuk berkunjung ke Museum Tugu Pahlwan dan Museum Surabaya untuk belajar tentang perjuangan-perjuangan para pahlawan Indonesia. Siswa-siswi kelas IV SD Al Hikmah Surabaya begitu bersemangat dan senang ketika akan berkunjung ke salah satu museum yang ada di tengah kota Surabaya itu. Mengapa tidak, mereka begitu penasaran ingin melihat berbagai macam peninggalan sejarah dan tentunya ingin melihat bagaimana perjuangan arek-arek Surabaya ketika melawan para sekutu yang terjadi pada tanggal 10 November 1945 itu seperti yang diceritakan oleh gurunya.

            Pada Hari Kamis Tanggal 28 Januari 2016 jam 07.00 siswa-siswi SD Al Hikmah sudah berbaris di depan sekolah bersama beberapa guru tim 4 untuk berangkat ke Tugu pahlawan, Sebelum berangkat mereka mendapat pengarahan dari Ust. Halim sebagai wakil kepala sekolah, setelah itu berdo’a bersama yang dipimpin oleh Ust.Suprayitno. Tepat pada jam 07.15 mereka menuju bus masing sesuai pembagian bus yang telah diumumkan dikelas.Setelah sampai di tugu pahlawan siswa-siswi yang berjumlah kurang lebih 190 siswa ini dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok di damping oleh seorang Guide. Mereka sudah dapat lembar kerja dari gurunya yang harus di isi dan ditanyakan kepada guide yang mendampinginya. Mereka mulai berjalan mengelilingi Tugu pahlawan dan mereka sudah mendapat beberapa penjelasan dari guide tentang beberapa peninggalan yang di letakkan di tugu pahlawan. Disini siswa-siswi juga banyak yang bertanya kepada guide tentang apa yang belum mereka mengerti. Mereka juga melihat mobil peninggalan Bung tomo yang di pajang di sisi Tugu Pahlawan. Mereka begitu senang melihat ini. Karena mereka ternyata bisa melihat benda yang diceritakan gurunya dikelasnya ternyata benar-benar ada. Tak sedikit dari mereka disana minta di foto sebagai kenang-kenangan.

Ketika masuk ke dalam museum tugu pahlawan yang terletak di ruang bawah tanah ini para siswa-siswi di sambut dengan berbagai macam patung arek-arek Surabaya dan berbagai macam senjata peninggalan yang digunakan ketika berperang, ada juga bambu runcing yang menjadi ikon kota pahlawan Surabaya. Mereka berkeliling mencatat dan mendengarkan apa yng dijelaskan oleh guide. Terahir siswa-siswi ini melihat vidio perang yang terjadi 10 november 1945 dan mendengarkan pidato Bung Tomo melalui sebuah rekaman yang disimpan oleh museum Tugu pahlawan.

Dalam Vidio peperangan antara arek-arek Surabaya dengan pasukan NICA ini dan pidato semangat dari Bung tomo siswa-siswi ini bisa langsung menyaksikan betapa besarnya perjuangan para pahlawan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Para pahlawan rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk mempertahnakan kemerdekaan Indonesia. Dari tayangan vidio dan rekaman pidato Bung Tomo ini muncul semangat baru, mimpi baru di benak  para siswa-siswi SD Al Hikmah Surabaya untuk tetap mempertahankan kemerdekaan ini dengan meniru semangat perjuangan para pahlawan, dengan belajar tekun, mempunyai sikap disiplin, jujur dan tanggung jawab.Mereka akan menghiasi bangsa ini 20 tahun mendatang dengan semangat perjuangan para pahlawan. (ZA-4)

Berita Terkait
Link Terkait