Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami (031) 8299094

MENGUPAS BUAH, BENTUK AMAL SALEH UNTUK DIRI DAN KELUARGA

MENGUPAS BUAH, BENTUK AMAL SALEH UNTUK DIRI DAN KELUARGA

Buah merupakan salah satu anugerah Allah SWT untuk kebutuhan manusia. Buah kaya manfaat. Berbagai vitamin, sumber air dan gizi, serta manfaat penting lainnya terdapat di dalamnya. Penting bagi manusia untuk mengonsumsinya agar badan tetap terjaga kesehatannya. 
Hari Jumat, 07 Januari 2020, seluruh murid kelas VI SD Al Hikmah Surabaya kembali diberikan pengalaman oleh guru-gurunya untuk mengasah kemampuan life skill, yaitu mengupas buah. Program itu dianggap penting di sekolah yang mengedepankan akhlak tersebut. Sejatinya,  mereka harus mampu mengupas dan mau mengonsumsi hasil tanaman yang menyehatkan tersebut. 


Dibalik tujuan tersebut, sebenarnya guru-gurunya juga punya tujuan lain. Mereka diharapkan bisa menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama, bisa menyajikan buah yang siap dikonsumsi anggota keluarga. Orang tua mereka utamanya. Mereka pun diharapkan menyukai buah dan mandiri.  
Secara teknis, mereka ke sekolah membawa sebilah pisau dan buah yang siap dikupas. Karena yang dibawa benda tajam, guru-guru tentunya berpesan sebelumnya agar mereka membawa pisau dengan cara membungkusnya dengan kertas. Setiba di

sekolah, demi keamanan semua pisau dikumpulkan di meja guru sebelum demonstrasi mengupas dilaksanakan. Setelah semua murid mencuci buah, guru memeragakan  cara mengupas buah dengan benar agar pisau tidak melukai tangan. Murid-murid mencontohnya. Satu per satu murid didekati guru-gurunya untuk memastikan setiap murid dapat mengupas dengan benar. Di tengah demo tersebut, satu murid bertanya, “Mengapa kita harus pakai pisau? Kan, ada alat khusus seperti yang dipakai untuk mengupas kentang atau wortel?”
“Bagi pemula, penting sekali mamakai pisau sebagai alat untuk mengupas. Itu bisa melatih motorik dan kesabaran kita,” respon Ustazah Dwi Sudarti, Koordinator Jenjang kelas VI. 


Setelah mereka tuntas mengupas buah yang mereka bawah, dimakanlah buah hasil kupasannya. Ya, tampak sekali siapa yang sudah berpengalaman dan yang kali pertama dalam mengupas buah. Hari Sabtu dan Minggu dilanjut sebagai tugas  mandiri. Mereka harus mengupas buah untuk keluarga.  Program life skill tersebut tidaklah berhenti di situ. Itu hanya sebagai langkah awal agar mereka kelak terbiasa melakukannya secara rutin untuk keluarga. ~NS~