Mengapa Diberi Nama Mega Mendung?
Antusias Siswa dalam Karya Wisata Virtual Kelas 5 SD Al Hikmah Surabaya
Mengapa Diberi Nama Mega Mendung?
Rabu, 18 November 2020
Siswa kelas 5 SD Al Hikmah Surabaya berkarya wisata virtual tentang batik. Batik merupakan warisan Budaya turun-temurun dari nenek moyang bangsa kita. Batik juga merupakan identitas dan jati diri bangsa yang telah ada sejak zaman nenek moyang. Batik memiliki banyak symbol yang berkait erat dengan kebudayaan lokal, status social, alam, dan sejarah. Batik tidak hanya disukai orang Indonesia tetapi juga diminati di luar negeri karena corak, motif, dan model yang beragam. Kali ini kelas 5 mengenal lebih dekat batik Madura, tepatnya batik khas dari Pamekasan.
Karya wisata virtual ini bertujuan agar siswa lebih mencintai produk-produk Indonesia. Mereka diajak mengamati langsung cara pembuatan batik, cara menjualnya, dan juga kreasi-kreasi batik lainnya. Siswa juga diajak mengamati bagaimana cara menjadi pengusaha batik yang sukses tersebut. Tujuan akhirnya, siswa diajak membatik saat semester 2 kelak.
Dalam karya wisata tersebut tim guru kelas 5 berada di tiga titik, yaitu di sekolah, di rumah batik “Rahma” Kebonsari dan tempat produksi batik “Bapak Nursalim” di Pamekasan.
Sungguh luar biasa antusias siswa dalam mengikuti tahapan
penjelasan tentang batik oleh Bu Erna pemilik rumah batik dan juga tempat produksi batik “Bapak Nursalim” tersebut. Tahapan acara tersebut meliputi penjelasan teori membatik, teknik membatik, kreasi-kreasi batik, dan sesi tanya jawab. Antusiasme siswa terlihat saat sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan kristis di antaranya.
“Bagaimana proses membatik itu?”
“Malam adalah salah satu bahan untuk membatik. Seperti apakah malam itu?”
“Saya pernah dengar yang namanya batik mega mendung, mengapa diberi nama batik mega mendung?”
“Saya belum paham tentang sospeso, tolong dijelaskan?”
Dan masih puluhan pertanyaan yang ada di kolom chat yang belum terjawab. Pertanyaan tersebut dijelaskan Bu Erna dengan antusias pula. Bahkan sampai akhir acara, masih bertubi-tubi pentanyaan yang dilontarkan siswa SD Al Hikmah. Hingga acara ditutup doa dan dipersilakan leave, siswa masih saja bertanya dan tidak mau segera leave. Sungguh karya wisata virtual yang sangat menarik dan mengesankan. (rofi)
