Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami (031) 8299094

BELAJAR TERPADU DI INDUSTRI SEPATU DAN GERABAH

Out door learning kelas 6 SD Al Hikmah Surabaya.

BELAJAR TERPADU DI INDUSTRI SEPATU DAN GERABAH

Belajar di sekolah bersama guru sudah biasa, lumrah. Hari Kamis, 11 November 2021 murid-murid kelas VI SD Al Hikmah Surabaya diajak guru-gurunya out door learning secara virtual. Yang dituju rumah industri gerabah dan sepatu kulit di Desa Puri Kecamatan Mojokerto
Kegiatan belajar di luar sekolah tersebut merupakan bagian dari pembelajaran tematik. Sesuai namanya, pembelajaran terpadu antara konten dan konteks ini berbasis pembelajaran proyek dan kolaboratif. 
Pembelajaran tematik mereka pada awal bulan ini telah melewati tema “Globalisasi”. Di dalamnya termuat subtema “Usaha di Sekitarku”. Sebagian besar capaian kompetensi telah mereka dapatkan dalam pembelajaran di sekolah dan itu saja tak cukup. Sebagian lagi yang tak kalah penting, mereka harus belajar dengan cara beraktivitas dengan materi yang diperoleh dari lingkungan agar ada kesesuaian dengan konteks subtema “Usaha di Sekitarku”. 
Pembelajaran tersebut oleh guru-guru kelas VI dimunculkan sebagai bentuk ulangan harian siswa yang menyenangkan. Sebelum kegiatan tersebut dimulai, murid-murid harus mengikuti jadwal tilwah virtual sebagaimana rutinitas paginya saat jam sekolah. Ini sebagai aktivitas wajib di sekolah Islam tersebut. mereka istirahat 30 menit.
Sementara, pagi itu, beberapa guru meluncur ke tempat sumber belajar yang ada di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.. Ada yang ke Desa Mlaten, tempat rumah industri gerabah. Sebagian ke rumah industri sepatu kulit di Desa Genengan, Banjaragung. 
Tepat pukul 09.00 WIB kegiatan tematik di mulai. Usai doa, ada sambutan dan pembukaan acara oleh Ustaz Sholihin, S. Ag., Wakil Kepala SD Al Hikmah Surabaya. Beliau menyampaikan hal-hal terkait pentingnya out door learning , juga berucap terima kasih kepada guru-guru pendamping, serta narasumber. 
Berikutnya, acara inti. Pertama dimulai di rumah industri gerabah. Ustaz Riduwan, M.Pd. yang ada di lokasi memprologi pembelajaran tematik berbasis proyek tersebut. Kemudian Ustaz Sadat menstimulasi dengan pertanyaan agar narasumber dapat menjelaskan secara

detail usahanya, mulai proses pembuatan, hingga pemasarannya, juga mempraktikkan proses pembuatannya. Meski di lain tempat, murid-murid dapat melihat secara langsung proses pembuatan geraba dari bahan dasar tanah liat pilihan hingga menjadi barang jadi yang siap dijual. Setelah itu, sesi tanya jawab sebagai bahan laporan murid-murid untuk Peniaian Harian tema “Globalisasi”. Dalam sesi ini, murid-murid bergantian wawancara secara langsung pada narasumber yang dihadirkan secara virtual tersebut.
Pembelajaran selanjutnya masih di rumah industri gerabah. Bedanya, di lokasi kedua ini usaha gerabahnya lebih besar. Pangsa pasarnya hingga kalangan pejabat. Produk lokal tersebut juga dipasarkan di beberapa wilayah Jawa Timur, sebagian di Cepu dan Blora. Tujuan terakhir, pembelajaran di industri sepatu kulit. Sebagaimana di industri gerabah prosesnya, yang bertugas di lokasi Industri Ustaz Effendi. Sebagai reporter, beliau memberikan rangkuman-rangkuman setelah narasumber memberikan penjelasan, sehingga murid-murid dapat dengan mudah menerima informasi yang baru didapat tersebut. 
“Dengan melihat secara langsung dan berwawancara langsung, mereka lebih tahu tentang arti sebuah perjuangan, usaha, semangat, dan kesabararan, serta diharapkan dapat memaknai segala bentuk perjuangan kedua orang tuanya selama ini,” terang Ustaz Riduwan, M.Pd. selaku ketua pelaksana.
Setelah belajar pada narasumber langsung, penyempurnaan laporan dan diunggah pada aplikasi LCMS (Learning Content Management System) yang sudah disiapkan gurunya dengan deadline pukul 12.00 WIB. Melalui LCMS Modle tersebut guru dapat memantau unggahan laporan hingga menilainya. 
Setelah ishoma, tepat pukul 13.00 WIB ada lanjutan kegiatan tematik, pembuatan  proyek, praktik baik sebagaimana yang dilakukan oleh pengusaha gerabah di lokasi kedua. Praktik yang dilakukan murid-murid SD Al Hikmah adalah berupa melukis di atas cobek atau telenan untuk dipamerkan di kemudian hari. Untuk hari ini, hasil lukisan difoto dan diunggah di LCMS Modle atau e-learning sebagaimana halnya laporan.NS