Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami (031) 8299094

Ajak Siswa Jaga Kebersihan dan Manfaatkan Barang Bekas

Ajak Siswa Jaga Kebersihan dan Manfaatkan Barang Bekas

Penghujung pembelajaran tema 4 telah tiba. Pada hari Senin dan Selasa (7-8/02) lalu, anak-anak kelas 2 SD Al-Hikmah Surabaya melaksanakan presentasi proyek tema 4. Proyek kelas 2 kali ini adalah membuat poster bertema lingkungan, akuarium, dan pot dari bekas botol minum. Semua proyek ini adalah hasil dari pembelajaran di tema 4 tentang hidup bersih dan sehat. Anak-anak banyak belajar tentang bagaimana cara menjaga dan merawat lingkungan agar senantiasa asri dan bersih. Salah satu hal yang dipelajari anak-anak adalah memilah sampah organik dan non organik juga cara memanfaatkan kembali sampah tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat.

 

Dari situlah, anak-anak kemudian membuat poster bertema lingkungan. Anak-anak bebas memilih untuk membuat poster di buku gambar atau di aplikasi paint. Selain menggambar poster, anak-anak juga menambah dengan kalimat ajakan dan kalimat perintah untuk menjaga lingkungan. Kalimat-kalimat yang mereka buat sangat beragam, seperti Buanglah sampah pada tempatnya!, Ayo menanam pohon!, Jangan buang sampah ke sungai!, Jangan menebang pohon!, Ayo jaga bumi kita! dan masih banyak lagi kalimat-kalimat lain yang

menarik.

 

Selain membuat poster, proyek lainnya adalah memanfaatkan bekas botol minum kemasan. Anak-anak memanfaatkan ulang botol bekas tersebut untuk menanam tanaman dan sebagai akuarium kecil. Pertama yang dilakukan anak-anak adalah menghias botol lebih dulu dengan bahan alam seperti cangkang telur, daun kering, ranting pohon, dan biji-bijian seperti biji kacang hijau, kedelai, kacang, ketan, dan beras. Anak-anak bebas berkreasi saat menghias botol bekas tersebut. Setelah jadi, anak-anak mengisinya dengan air, tanaman hias seperti sirih gading, dan sebagian mengisinya dengan ikan hias.

 

Pada pekan kelima, anak-anakpun mempresentasikan hasil karya yang mereka buat. Anak-anak diberikan kebebasan oleh ustaz dan ustazah untuk memilih karya yang akan mereka presentasikan. Boleh poster, boleh juga karya pot atau akuarium. Tiap anak menceritakan pada teman-teman mereka proses pembuatan karya mereka masing-masing. Terlihat sekali anak-anak menikmati proses pembelajaran ini. Mereka belajar berproses membuat karya hingga kemudian unjuk diri bercerita. Ustaz-ustazahpun juga terus berusaha untuk meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian anak-anak lewat presentasi karya ini. (Ayu)